0

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Modal 100% Gratis
Dibayar Hanya Untuk Merekrut (bukan menjual)
Komisi Mencapai MILYARAN Rupiah
Gratis Virtual Office
Gratis Web Replika (URL Affiliasi + URL Riderct)
Tersedia Laporan Komisi & Jaringan


Ikhwanul Muslimina wal Muslimat yang dirahmati Allah SWT,
Selamat datang di http://komisigratis.com
KomisiGRATIS.com merupakan sebuah program berbasis PAY PER LEAD (PPL) yang artinya anda DIBAYAR UNTUK MEREKRUT, dimana dalam program ini kami membutuhkan bantuan untuk merekrut member ke website kami dan tentu saja sebagai imbalannya kami siapkan komisi.
Bagaimana cara mendapatkan komisiGRATIS tersebut? Silahkan kunjungi website kami dengan KLIK DISINI

Dikirim pada 06 Juli 2011 di Catatan Hari Ini


Jangan Malu Mengatakan ’’AKU TIDAK TAHU’’


Renungan Diri:

Kita cenderung sering meremehkan orang lain kala kita merasa memiliki suatu kelebihan dibanding orang lain. Padahal setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan indah sekali jika kelebihan yang mungkin kita miliki, kita gunakan untuk melengkapi kekurangan orang lain. Karena suatu saat kita pun akan membutuhkan kelebihan orang lain untuk melengkapi kekurangan kita.
------
Berikut ini, diriku coba sampaikan sepenggal tulisan yang kupetik dari sebuah buku.

Manusia akan sukses dengan kesuksesan yang hakiki ketika ia menyadari bahwa dirinya ada kelebihan sekaligus kekurangan. ’’Saya memiliki kelebihan dalam suatu sisi yang bisa dimanfaatkan orang lain, dan orang lain mempunyai kelebihan di sisi yang lain yang bisa saya ambil manfaatnya.’’ Cara berpikir ini akan mendorong seseorang untuk menjalin hubungan dan mengantarkan seseorang ke tingkat interdependensi, sebab hanya itulah pencapaian tertinggi dalam kehidupan.

Pada saat itu, kerendahan hati harus senantiasa menyelimuti kepribadian. Karena itu akan membebaskan dari beban-beban kejiwaan (stress) hingga akhirnya sampai tahap kematangan.

Walaupun demikian, banyak orang yang berpura-pura dengan tujuan hanya utk menutupi kebodohan dirinya. Mereka menganggap cara saling membantu dan tolong menolong hanya berlaku utk sementara waktu saja dan tidak melihatnya sebagai bentuk kemandirian. Cara pandang seperti ini adalah bukti tidak adanya kematangan. Padahal para nabi saja meminta pertolongan, seperti halnya ucapan Nabi Luth as ketika beliau berkata:

’’Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (utk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)- (QS. Hud: 11-80)

Dan dari riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, ’’Dan setiap nabi memiliki penolong setia’’. Manusia tidak akan sampai pada tahap kematangan kecuali mempunyai motto hidup yg selalu diucapkan, yakni, ’’Saya bodoh dalam banyak sisi’’, dengan tanpa malu.

Secara khusus dalam hubungannya antara orang dewasa dengan anak kecil, seringkali orang dewasa berkata kepada anak kecil, ’’Saya tahu dan mengerti segala sesuatu, ’’ maka dia merasa tidak perlu meminta pertolongan orang lain karena dia mengerti tentang segala sesuatu. Tidak pula perlu bermusyawarah atau mendengarkan pendapat orang lain karena dia mengerti tentang segala sesuatu. Dengan sikap yang seperti itu, suatu saat dia akan jatuh dan terhina. Walaupun dia berpura-pura, pasti akan tetap terbongkar kebusukan-kebusukannya hingga akhirnya dia akan menjadi lemah tak berdaya dan menuai kegagalan.

Dari Ibnu Umar ra. berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ’’Wahai Rasulullah apakah tempat yang paling baik?’’ Rasulullah menjawab, ’’Aku tidak tahu..’’ Bayangkanlah, tanpa harus malu beliau mengatakan, ’’Aku tidak tahu...’’

Suatu saat, Abu Hanifah melihat seorang anak kecil bermain dengan tanah, lalu ia berkata kepada anak kecil itu, ’’Jangan jatuhkan dirimu di atas tanah,’’ tapi anak kecil itu malah berkata, ’’Jangan sampai engkau terjatuh, sebab jatuhnya orang alim adalah runtuhnya alam.’’ Mendengar perkataan anak kecil itu, Imam Abu Hanifah terperanjat. Sebulan setelah kejadian itu ia sama-sekali tidak mengeluarkan fatwa, kecuali setelah berdialog bersama murid-muridnya selama sebulan penuh. Ternyata anak kecil itu telah mengajari sang imam.

Saling ketergantungan adalah konsep yg hanya bisa dibuat oleh orang yg mandiri. Orang yg tergantung pada orang lain atau kemandirian yg pasif tidak akan dapat memilih utk saling tergantung. Mereka tidak mempunyai karakter utk menjadi saling tergantung.

Perbedaan antara orang yg tergantung dan saling ketergantungan adalah, tergantung, artinya: ’’Saya bergantung kepada Anda, Anda yg berpikir untuk Saya dan mengambil keputusan untuk Saya.’’ Sedangkan makna saling ketergantungan adalah: ’’Saya membutuhkan Anda, Saya butuh kemampuan Anda dan Anda bisa memanfaatkan kemampuan Saya, dan kemampuan kita akan membutuhkan hasil, yaitu meraih kesuksesan.’’

Wallahua’lam bishshawab!

Semoga bermanfaat!

Dikirim pada 24 Mei 2011 di Pendidikan


’’Mau Tetap Jadi Ulat Atau Menjadi Kupu-kupu?’’

Renungan Diri:

Assalamu’alaikum Sahabat.

Semoga keselamatan senantiasa buat kita semua.

Tahukah Anda perbedaan ulat dengan kupu-kupu? Coba kita berandai-andai. Kalau kita disuruh memilih, kita pilih jadi ulat atau kupu-kupu? Saya yakin pasti kebanyakan akan milih jadi kupu-kupu, termasuk Saya. Tahu nggak, kenapa? Hehehe.. Jawabannya pasti macam-macam!

Pernah nggak Anda mendengar kisah mereka? Saya yakin diantara teman-teman banyak yg akan menjawab, ’’Pernah.’’ Bagi yang pernah mendengar kisah yg terkenal ini, ijinkan Saya menceritakannya kembali. Terus terang saja, Saya sering mengulang-ulang membaca dan menceritakan kisah ini, karena ada hikmah yg bisa diambil, minimal buat diri Saya.
----

Ulat dan kupu-kupu seperti yang semua orang tahu adalah binatang yang sebenarnya satu. Tetapi kenapa, yang satu menjijikkan bahkan banyak orang yang takut padanya. Sementara yg satunya lagi banyak yang menyukainya karena keindahannya.

Suatu hari, di sebuah pohon hiduplah beberapa ekor ulat kecil-kecil, akan tetapi karena yg dilakukan mereka hanya memakan daun maka ulat-ulat itupun menjadi ulat yang sehat dan kuat.

Suatu ketika datanglah seekor kupu-kupu yang memiliki sayap yg indah hinggap di pohon itu. Melihat kedatangan kupu-kupu tersebut maka ulat-ulat itupun bertanya-tanya siapakah gerangan yg datang. Hingga akhirnya, salah satu diantara ulat-ulat itu memberanikan diri untuk bertanya.

’’Engkau siapa?’’ tanya seekor ulat.

’’Aku ibu kalian,’’ kata kupu-kupu.

’’Apakah benar Engkau ibu kami? Tidak mungkin, ah!’’ kata ulat itu. ’’Engkau memiliki sayap yg indah dan bisa terbang ke mana-mana. Sedangkan kami tidak’’.

’’Aku dulu juga seperti kalian, seekor ulat. Kalian juga bisa kok seperti aku, bisa terbang ke mana-mana kalau kalian mau.’’

’’Bagaimana caranya, apakah engkau mau mengajarkan kepada kami bagaimana caranya agar bisa terbang dan memiliki sayap yg begitu indah seperti yang engkau miliki?’’

’’Tak semudah itu. Kalian harus mengikuti semua tata caranya! Apakah kalian mau?’’

’’Kami mau, kami mau...!’’ mereka serentak menjawab.

’’Baiklah, jika kalian mau mengikuti tata caranya. Pertama-tama kalian tidak boleh memakan daun. Kalian harus berpuasa. Kedua, pada waktu kalian berpuasa harus menahan segala macam godaan yg datang kepada kalian. Kemudian yg ketiga, setelah beberapa hari kalian akan mengeluarkan liur yg sangat banyak, maka lilitlah tubuh kalian dengan air liur itu sampai tubuh kalian tertutupi semuanya oleh liur tersebut. Hingga akhirnya air liur itu membentuk kepompong yg kuat dan kalian diamlah di dalamnya sampai kalian mempunyai sayap, mempunyai kaki yang baru, dan mempunyai belalai untuk menghisap madu. Tetapi kalian harus ingat, kalian harus sekuat tenaga menahan segala macam cobaan yang menghampiri kalian. Apakah kalian sanggup utk melaksanakan semua itu?’’

Para ulat-ulat itu menjawab dgn serentak, ’’Kami sanggup!’’

’’O, ya, setelah semua selesai barulah kalian bisa keluar dari kepompong itu. Sekarang ibu mau terbang untuk berkeliling mencari madu bunga dan menikmati pemandangan alam yang indah ini,’’ kata kupu-kupu yg kemudian langsung bernjak terbang dengan indahnya.

Setelah si kupu-kupu itu terbang, terjadilah perbedaan pendapat dan perdebatan di antara mereka. Ada yang percaya, ada juga yang tidak. Mereka tidak percaya, masak hanya dengan berpuasa mereka bisa terbang, apalagi harus susah-susah mengurung diri dalam sebuah kepompong dan harus menahan lapar dan godaan selama beberapa waktu.

Singkat cerita, yg percaya segera mencari tempat yg cukup nyaman utk berlindung dan menjalani apa yg diperintahkan oleh sang kupu-kupu.

Namun diantara mereka pun ada yg gusar dan masih ragu-ragu, ada juga yg tenang dan istiqomah menjalani. Sementara godaan segera datang dari ulat-ulat yg tidak percaya, yg dengan sengaja memperlihatkan kepada mereka sambil melahap dedaunan dengan lahapnya di depan mereka yg sedang berpuasa. Ini membuat yang tidak kuat, akan tergoda dan tidak melanjutkan berpuasa.

Sementara yg kuat dan percaya akan menjadi kupu-kupu, mencoba memperingatkan yang lain supaya tidak menghiraukan godaan ulat yang tidak berpuasa.

’’Semangat!! Kita harus bersabar sampai mati kalau mau jadi kupu-kupu!’’ Katanya menyemangati.

Namun ada yang bimbang dan mulai tergoda, hingga akhirnya mulai melahap dedaunan seperti ulat lain yg tidak berpuasa.

Sementara yang kuat, bertahan dari godaan dan ejekan dari ulat-ulat lain yang mengira mereka akan mati. Apalagi setelah ulat-ulat itu melihat mereka diam tak bergerak dan tubuh mereka tidak kelihatan lagi oleh kepompong yg menutupinya.

Tak lama, akhirnya kepompong-kepompong itu mulai bergerak-gerak. Mereka, para ulat itu jadi terheran-heran melihat kejadian itu dan segera berkumpul menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.

Dari dalam kepompong itu, tiba-tiba muncul sesosok makhluk yang begitu indah. Dengan kaki yang panjang dan kuat, antene, dan sayap yang begitu indah dengan corak yg warna warni. Dari kepompong yang lain juga keluar makhluk yg sama dengan corak sayap yg berbeda yg tidak kalah indahnya.

’’Apa kabar kalian semuanya, kenapa kalian bengong seperti itu?’’ kata kupu-kupu kepada ulat-ulat yg tidak mau berpuasa itu. ’’Sekarang lihatlah, aku sudah punya sayap yg indah dan bisa terbang kesana kemari, bisa menghisap madu dari bunga-bunga indah itu, rasanya manis dan enak sekali. Ini karena aku mau berpuasa dan mengikuti cara yang telah disampaikan. Sekarang aku ingin terbang dulu, ya? Daaaaaah...!’’

’’Selamat tinggal!’’ seru kupu-kupu

Kupu-kupu itu terbang meninggalkan para ulat yang ingin mencoba mengejarnya. Namun sia-sia bahkan ada yang terjatuh langsung mati, karena mereka tidak punya sayap. Sementara kupu-kupu itu sudah terbang entah kemana.
-----
Sekarang kita tinggal pilih yang mana. Mau tetap jadi ulat yang membuat orang jijik bahkan takut. Atau berubah menjadi kupu-kupu yang indah yang bisa terbang kesana kemari menikmati keindahan alam ini?

Kalau mau tetap jadi ulat, jangan lakukan apa-apa. Kalau mau jadi kupu-kupu, segera bikin kepompong.

Sekolah, pondok dan kampus adalah kepompong bagi penuntut ilmu, dunia kepompong utk akhirat. Bener nggak, ya? Hehehe..

Hikmah atau pelajaran apa yg bisa diambil dari kisah ini, silahkan tafsirkan sendiri deh...

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Dikirim pada 24 Mei 2011 di Intermezo


Kiat Meredam Kecemasan




copas dari Tazkiah an-Nafs (sebuah page di facebook)

Kecemasan selalu hadir diantara riak waktu.Merambat, menerobos, lalu mengalir dengan deras ke sela-sela ventilasi keseharian kita.Dalam prakteknya, kecemasan sering kali menguras daya dan pikiran.
Itulah sebabnya, saat kecemasan membanjiri dan meredam hati, pada saat yang sama parameter iman kerap tersungkur pada titik minimalis.Ujungnya banyak diantara kita yang mengalami stress, stroke, dan akhirnya stop alias mati.Gejala stress pada umumnya dimulai dari rasa sakit.Entah itu sakit secara fisikmaupun sakit secara jiwa.

Pada hakikatnya, kecemasan, kegelisahan dan ketakutan adalah jejaring yang sengaja Allah SWT ciptakan untuk kita.Namun demikian, banyak diantara kita yang tidak memahami makna cemas dan kegelisahan tersebut.Kita bahkan sering menilai kegelisahan, kecemasan dan ketakutan adalah sebuah penyakit kronis.Sehingga banyak diantara kita yang sekuat tenaga mencari obat atau menghindari fenomena yang satu ini.

Mengapa Allah yang Maha Agung menciptakan kecemasan kepada kita? Bagaimana kiat meredam keresahan menurut petunjuk Rasulullah SAW ?

Menghadapi kecemasan
Ada kisah menarik yang dialami seorang rekan.Beliau sebut saja, Fulan.Fulan adalah seorang kepala rumah tangga yang sudah dikaruniai dua orang anak.Ia sudah mendayuh bahtera rumah tangganya sekitar sepuluh tahun.Fulan adalah seorang suami yang baik dan bertanggug jawab.Karenanya, ia berusaha keras untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Salah satunya, setiap hari ia berangkat ke kantor pagi-pagi.Pulang ke rumah menjelang petang atau malam hari.Fulan bekerja di sebuah yayasan sosial di kota Bandung.Selama lima tahub bekerja Fulan tak pernah mengelu.Apapun tugas yang dibebankan atasannya, ia lakukan dengan khidmat.

Setelah lima tahun bekerja, tiba-tiba ketenangannya terusik.Kondisi itu disebabkan karena yayasan sosial dimana ia bekerja mengalami stagnasi.Stagnasi itu dilatar belakangi oleh pengelolaan yayasan yang gonjang ganjing.

Menurut kabar yang ia terima, sebagian besar karyawan terpaksa akan dirumahkan.Konon yayasan tak lagi sanggup untuk membayar kewajibannya kepada karyawan.Menyikapi Fenomena tersebut, istri Fulan gelisah, cemas dan takut.Berkali ia mengeluh dan merasa khawatir suaminya termasuk daftar tunggu yang akan di PHK.

Menghadapi situasi "genting" seperti itu Fulan tetap kelihatan tenang.Meskipun, sesekali kadang ia pun merasakan kegetiran yang bakal menimpa diri dan keluarganya.Beberapa hari yanglalu ia merasakan tak nyeyak tidur dan makan.Pikirannya dibalut oleh kecemasan PHK yang siap menerkamnya.

Meredam Kecemasan
Kegetiran Fulansuatu hari tiba-tiba mereda.Meredanya kegelisahan itu disebabkan oleh nasehat guru spritualnya.Nasehat itu antara lain, pertama, keresahan, kegelisahan, dan ketakutan sebenarnya adalah nikmat dan karunia dari Allah bagi orang beriman.Artinya, keresahan yang tengah menggerogoti hati kita menunjukkan bukti sayangnya Allah kepada kita.

Perhatikanlah firman-Nya."Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan,Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Inna lillahi wa innaa ilahi Raaji’un."(QS.Al-Baqarah[2]:155-156).

Sejalan dengan ayat diatas Allah pun mengingatkan dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 35."Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebajikan sebagai suatu ujian dan kepada Kami kamu akan dikembalikan."

Menelaah kedua ayat di atas, kita mendapat suatu gambaran, selama hayat masih dikandung badan, kita tidak akan lepas dari berbagai ujian dan cobaan.Adapun bentuk ujian dan cobaan itu antara lain, kecemasan, kegelisahan serta ketakutan.

Nah, pada saat kecemasan melanda, setan segera merasuk dan menakuti pikiran kita sehingga Allah mengingatkan,"Sesungguhnya setan-setan itu hanya mempertakuti orang-orang yang dibawah pimpinanya, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku."(QS.Ali Imran[3]:175).

Kedua, tingkatkan dzikrullah.Allah berfirman dalam Al-Quran surat Ar-Rad ayat 28,"(yaitu) Orang-orang yang beriman, dan mereka meenjadi tenang dengan mengingat Allah." Manusia yang kurag berdzikir kepada Allah akan banyak mengalami kesulitan dan keresahan.Selain itu, akan menimbulkan kekerasan hati(qaswatul qalb).

Sebagaimana Allah memeringatkan dalam Al-Quran surat Al-Hadid ayat 16, "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan keadaan kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yangpanjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik."

Akhir kata, kecemasan adalah fitrah.Karena fitrah, maka dipastikan setiap orang akan mengalaminya.Jika sekarang anda tengah mengalami gejala serupa, cemas, takut, was-was, atau gelisah, maka tak ada pilihan lain, kecuali meningkatkan kesabaran dan menegakkan shalat sebagai upaya preventif dalam menanggulangi kecemasan.


Oleh : E.Rahman, S.Pd.

Dikirim pada 23 Mei 2011 di Catatan Hari Ini

Refleksi Diri

Bismillahirrahmaanirrahiim

Siapapun, diri ini yakin seseorang pasti menyukai sesuatu yang indah, menarik dan lucu. Walau kadang bagi sesorang yang lain, hal itu biasa saja atau bahkan sebaliknya. Maka, supaya menarik perhatian, banyak cara yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan membuat gurauan atau bercanda, melalui cerita lucu atau humor yang kata orang cerita ’’gokil’’. Sayangnya, sering diri ini dengar gurauan atau candaan yang dibuat, tidak lebih hanyalah isapan jempol belaka, yang penting orang lain tertawa.

Sering dilupakan bahwa kadang candaan yang dibuat bisa membuat orang lain terluka atau tersakiti. Oleh karena itu, dalam bercanda hendaklah memperhatikan kondisi dan dengan siapa kita berhadapan serta tidak pada hal-hal yang sensitif.

Catatan ini, diri ini tujukan hanya buat diri sendiri sebagai refleksi diri terhadap sikap atau perilaku becanda yang diri ini lakukan, yang sering kelewatan dan mungkin membuat orang lain sakit hati atau terluka.
----------

Salah satu diantara buah bibir yang sangat besar pengaruhnya dan melanda hidup kita adalah bergurau atau bercanda. Sehingga tidak heran di mana-mana, lewat media apapun yang banyak menarik minat yang ada unsur lucunya. Baik di TV, radio, ceramah langsung dsb acara semacam memiliki rating tinggi, contohnya OVJ, Srimulat, Bukan Empat Mata dsb yang ada unsur ketawanya. Bahkan para dai, guru, kiyai, komunikator atau apapun namanya lebih disukai bila dalam berinteraksi menyelipkan unsur humor atau lucu di dalamnya. Bercanda memang akan membuat hati senang. Tapi kadang sering pula kelewatan. Memang semua tahu bahwa dunia ini hanya sendagurau belaka. Tapi sadarkah kita bahwa tidak semua canda membuat orang lain suka? Jadi, apakah kita tidak boleh bercanda? Jawabannya, siapa bilang tidak boleh, asal jangan kelewatan dan berdusta. Rasulullah pun pernah bercanda. Dalam hadits Abu Hurairah ra dia berkata,

’’Para sahabat berkata, ’’Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau telah mempermainkan (mencandai, mahfum penulis) kami.’’ Beliau menjawab, ’’Benar, hanya saja aku tidak akan berkata kecuali sesuatu kebenaran.’’

Sungguh, Rasulullah saw pernah bergurau, tetapi beliau tidak berkata kecuali kebenaran, dan tidak berbicara kecuali kejujuran.

Bagaimana dengan kita, khususnya aku? Astaghfirullah! Betapa seringnya aku bercanda dengan membuat cerita-cerita fiksi humor atau hanya hayalan yang tentu tidak benar atau nyata. Innama’aqmalu binniyah, namun semua tergantung niat, apa tujuan cerita yang dibuat. Semoga selalu bertujuan baik dan bermanfaat. Aamiin!

Para ulama sering kita dengar atau baca berkata, ’’Bahwa sewaktu bercanda, salah satu dari mereka berusaha mendahului yang lain untuk mengucapkan kata-kata yng membuat kagum lainnya, sehingga mereka terbahak-bahak dan mengakui kecerdasannya. Jika ini tujuannya supaya diakui, maka kebenaran pun diabaikan oleh mereka, yaitu pada waktu jiwa-jiwa mereka dipenuhi canda, tawa dan kesia-siaan. Sehingga, mulut-mulut mereka mengucapkan kebohongan dan kebathilan. Kenapa? Karena saat bergurau, setan merasuki tubuh salah satu diantara mereka.’’

Bagaimana dengan diri ini? Tidak dapat diri memungkirinya bahwa sering kita merasa puas mendengar orang lain tertawa dengan cerita yang kita buat, padahal mungkin hanya isapan jempol belaka. Ya Allah, hamba mohon ampunan-Mu.

Mari kita mencoba menyimak hadist Rasulullah saw berikut ini.

’’Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta, untuk membuat orang lain tertawa karenanya. Celakalah dia, celakalah dia.’’

Sungguh, Rasulullah saw pernah bercanda dengan gurauan ala Nabi, membuat senang dan menghibur hati. Namun, tidaklah semua itu melainkan atas dasar kebenaran. Rasulullah saw menjadi panutan dan pemimpin bagi kita.

Dari Anas bin Malik ra bahwasanya ada seorang lelaki meminta tunggangan kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau menjawab, ’’Aku akan menaikkanmu di atas anak unta!’’ Orang itu bertanya, ’’Apa yang bisa diperbuat anak unta?’’ Maka Rasulullah menjawab, ’’Bukankah unta dewasa juga merupakan anak unta betina?’’

Kemudian hadits lain, dari al-Hasan rahimahullah, dia berkata, ’’Telah datang seorang wanita lanjut usia kepada Rasulullah saw dan berkata, ’’Wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar memasukkanku ke dalam surga.’’ Nabi bersabda, ’’Wahai Ummu fulan! Sesungguhnya surga itu tidak dimasuki wanita lanjut usia. Hasan berkata, ’’Lalu wanita itu berpaling dan menangis’’. Kemudian Nabi saw bersabda, ’’Kabari dia bahwasanya dia takkan masuk surga, dalam kondisi lanjut usia. Sesungguhnya Allah SWT berfirman,

’’Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya’’. (al-Waqi’ah:35-37)

Kalau diri ini perhatikan, contoh candaan yang dilakukan Nabi saw, selalu yang mengandung kebenaran. Bagaimana dengan diri ini yang mengaku Rasulullah sebagai panutan dan suri tauladan yang baik?

Coba kurenungkan, dan kudapati dalam diri ini bahwa sering candaan yang aku lakukan berkesan kelewatan, sehingga mungkin membuat orang lain tidak suka atau bahkan sakit hati. Ini semata-mata karena diri ini belum mampu menata hati sendiri apatah lagi menjaga hati orang lain.

Aku tahu, kita selalu harus berhati-hati dalam berbicara, sebab tidak jarang melalui tutur kata, akan terlihat kualitas dan siapa diri yang sebenarnya. Kata orang, mulut ini ibarat teko yang mengeluarkan isinya. Jika di dalamnya berisi kopi (mentang-mentang aku suka ngopi), tentu yang keluar juga kopi, tapi jika isinya air yang bening pasti akan keluar air yang bening pula. Seyogyanya pembicaraan kita senantiasa bermanfaat. Semakin banyak omongan sia-sia misalnya hanya berisi gurauan saja, maka semakin turun kualitas seseorang. Ini semua tergantung bagaimana kita mampu mengendalikan hati, detak jantung normal, wajah cerah, lisan oke dan badan pun insya Allah sehat. Sehingga dalam menjalin hubungan sosialpun akan menyenangkan. Betapa indahnya ya?

Aku juga tahu pula, hati adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Kita tidak bisa mengatur dan menata hati, kecuali dengan memohon pertolongan Allah agar Dia selalu menjaga hati kita. Hati adalah pangkal kehidupan. Jika Allah memberi kita hati yang bening, kita akan mendapat banyak keuntungan dan bisa menggapai kesuksesan dunia akhirat. Namun kenapa hal ini sulit sekali bisa kulakukan? Semoga kita termasuk orang yang mampu menjaga hati. Aamiin!

Pernah suatu ketika aku ngomong yang maksudnya hanya becanda, namun rupanya orang menganggap yang aku omongkan itu serius dan membuat perasaannya tersentuh, tidak itu saja bahkan hatinya tersakiti. Sehingga besoknya dia langsung bertanya dengan serius. Astaghfirullah! Aku minta maaf, kawan!

Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang penuh salah ini. Padahal aku tahu, sikap empati juga harus senantiasa kita miliki. Tapi kenapa sering kulupakan dengan candaan-candaanku yang sering menyakiti hati orang lain. Kenapa sering kita tertawa diatas penderitaan orang lain yang mungkin merasa ditertawai atau dibuat sebagai obyek candaan. Ya Allah, berikanlah hidayah-Mu kepadaku untuk bisa menata hati. ’’Jaga hatimu selalu supaya hati orang lainpun terjaga’’.

Wallaahua’lamubishshawab.

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Catatan Hari Ini
22 Mei


"PERSPEKTIF"

Bismillahirrohmaanirrahiim..

Setiap lelaki tentu mendambakan menemukan dan mendapatkan pasangan yang sholehah. Saya yakin siapapun mempunyai harapan seperti itu, seorang lelaki yang kurang atau tidak shaleh sekalipun. Namun sering pula kita kekurangan referensi seperti apa yang dinamakan wanita sholehah. Bila kita tidak mengenal tanda-tanda mereka, bisa-bisa menemukan dan mendapatkan yang tidak sesuai dengan harapan.
---------------------------------

Tulisan berikut adalah petikan dari dua sumber yang jauh berbeda tentang gambaran mereka terhadap wanita



Wanita Sholehah Laksana Bidadari

Pada saatnya nanti kan tiba, engkau akan menjadi istri -Insya Allah-. Atau bahkan sekarang ini pun engkau sudah menjadi istri. Dan sudah barang tentu engkau pasti ingin menjadi wanita shalihah lagi berakhlak karimah. Ciri khas wanita shalihah yaitu wanita yang selalu berusaha merebut hati, mencari cinta suami, selalu mengharap ridha suaminya agar mendulang pahala, demi meretas jalan menuju Al-Firdaus Al-A’la. Di sanalah, dia akan berharap bisa menjadi “permaisuri” suaminya ketika di dunia.

Lalu, lewat jalan manakah hati seorang lelaki akan terebut dan ridhanya pun menyambut, sehingga dua jiwa dalam satu cinta akan bertaut?

Bunga-bunga cinta suami dapat mekar bersemi,
Harum semerbak mewangi di taman hati,
Jika ia senantiasa disirami

Manis ucapan, santun perkataan, lembut perlakuan, dan baiknya pergaulan seorang wanita akan menjadi siraman yang dapat menumbuhkan benih-benih cinta di hati sanubari sang suami. Dan bukan hal yang mustahil, karena akhlakmulah, duhai wanita…hati suami pun akan mencinta.

Agar memiliki akhlak wanita yang mulia, seorang wanita seyogyanya berkiblat pada figur wanita abadi nan sempurna. Sosoknya banyak digambarkan dengan parasnya yang sungguh sangat cantik jelita. Kiranya engkau pun tahu…karena dia adalah…bidadari surga.

Bidadari surga teramat istimewa, wanita yang Allah ciptakan dengan penuh kesempurnaan yang didambakan pria. Dengan segala keistimewaan yang ada dalam dirinya, kiranya itu menjadi tantangan bagi wanita dunia untuk bisa berusaha menyamai karakteristik bidadari surga. Menyinggung soal karakteristik, tentunya wanita dunia tidak akan mampu bersaing dengan bidadari dalam urusan fisik, dan yang bisa kita contoh adalah ciri khas akhlaknya. Baiklah, mari kita bersama-sama telusuri tabiat yang khas dari bidadari surga.

Cantik Parasnya, Baik Akhlaknya, dan Harum Bau Tubuhnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan keelokan dan kecantikan yang sungguh sempurna, sebagaimana yang tergambar dalam ayat berikut,

” Dan Kami pasangkan mereka dengan bidadari – bidadari yang cantik dan bermata jelita. ” (Qs. Ath-Thur: 20) –

Bidadari – bidadari tersebut baik akhlaknya dan cantik wajahnya. Beruntunglah seorang pria yang diberi anugrah wanita secantik akhlak bidadari surga. Perhatikan dan tanyakan pada diri kita…Apakah sudah sepenuhnya memenuhi hak-hak suami, memuliakannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa? Apakah kita sudah berterima kasih atas kebaikannya? Pernahkah kita menyakitinya dengan sadar atau tidak??

Suami yang beriman merupakan orang yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan marah jika engkau menghina dan menyakiti lelaki yang memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Sebagai gantinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menugaskan para bidadari untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka di dunia ketika para istri menyakiti mereka - sekalipun sedikit - di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya ketika di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kalangan bidadari akan berkata, ‘Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmu, sebab dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami.” (Hr. Tirmidzi dan Ahmad. Menurut Imam Tirmidzi, ini hadits hasan)

Sebagaimana kita ketahu, kecantikan paras wanita dunia seperti kita sangatlah minim jika dibandingkan kecantikan paras bidadari surga. Kita niscaya tidak akan mampu menandingi kecantikan mereka, namun apakah kita harus bersedih? Sama sekali tidak! Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang beraneka rupa, sebagai tanda dari kehendak dan kekuasaanNya. Maka terimalah apapun yang telah Ia karuniakan bagimu, karena itu yang terbaik untukmu. Meskipun wajah kurang cantik dan fisik kurang menarik, janganlah takut untuk tidak dicinta.

Fitrah sebagai wanita yang tentu suka akan perhiasan? Perhiasan terkait dengan makna keindahan, sehingga seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya karena wanita adalah salah satu sumber kebahagiaan lelaki. Apabila seorang istri senantiasa melanggengkan berhias dan mempercantik diri di hadapan suami, itu akan menjadi hal yang menambah keintiman hubungannya dengan suami. Sang Suami pun tentu akan semakin cinta pada istri pujaan hatinya insyaallah.

Bagaimana dengan pandangan terhadap wanita pada petikan berikut ini? Untuk diketahui, petikan ini hanyalah sebuah intermezo. Namun mungkin bisa dijadikan gambaran lain saja.

5 Type Wanita Yang Perlu Dihindari

1. Peselingkuh

Wanita yang benar-benar mencintai pasangan atau suaminya tidak akan pernah selingkuh. Namun perlu dipahami ada model-model wanita yang memang ‘penyakit’ selingkuhnya sangat kronis. Mungkin saja merupakan bawaan DNA/karakternya sejak lahir, dan mereka tidak bisa lepas dari hal itu. Suatu waktu ketika pasangan atau suaminya membelakanginya, dan ada laki-laki ganteng lain lewat, dia menginginkan lelaki itu.

Ingatlah wanita seperti ini perlu dijauhi jika ingin menjalin hubungan jangka panjang dalam pernikahan. Serangan pertama, dia berselingkuh, mungkin saja pasangannya akan memaafkannya karena pasangannya sangat menyayanginya. Namun jika terjadi serangan kedua, ia harus segera disingkirkan. Ingat pula seorang wanita yang selingkuh sampai DUA KALI membuktikan bahwa kesalahan pasangannya dengan memaafkannya saat dia menyerang pertama kali. Keputusan terbaik harus segera diambil.
2. Materialis

Boleh saja wanita kita menyebuut kita pelit. Namun maukah seorang lelaki membayari makan seorang wanita di restoran yang sangat mahal, sampai-sampai melebihi anggaran si lelaki bahkan sampai ia berhutang? Seorang wanita yang mencintai pasangannya seharusnya mengerti keadaan dan tahu diri, dan tidak salah juga jika ia menawarkan untuk membayar setengah dari harga makanan di restoran mahal itu.

Jika ia memaksa pasangannya untuk membeli barang-barang yang sangat mahal, sementara keadaan keuangan pasangannya tidak memungkinkan, maka pada saat itu si lelaki perlu berpikir untuk maju terus atau menghindar segera. Wanita seperti ini juga maunya hanya memoroti pasangannya. Jika belum menikah, ketika diajak menikah, dia menolak dengan berbagai alasan. Istilahnya ada uang abang sayang, nggak ada uang abang ditendang. Kasihan deh si lelaki! Jangan biarkan wanita mencintai karena harta, tapi karena cinta sejati apa adanya.
3. Pembelenggu

Nah, wanita pembelenggu lebih buruk lagi dari wanita materialistik. Wanita materialis menghabiskan uang. Tapi uang masih bisa diari dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Sementara wanita pembelenggu menghabiskan waktu dan energi hanya untuk melayani dirinya. Sampai akhirnya sang lelaki kelelahan, sangat lelah dan menyerah serta terserang depresi karena melayaninya.

Jangan pernah bermain dokter-dokteran dengan menjadi terapis untuk ’penyakit’ jiwanya. Perlu diingat bahwa pasangannya adalah kekasihnya bukan dokter jiwanya atau pun pelayannya.

Menjalin hubungan dengan wanita yang biasa-biasa saja sulitnya luar biasa setengah mati. Apatah lagi mempersulit diri dengan wanita yang mempunyai masalah emosional dalam dirinya. Jika berhubungan dengan wanita sperti ini, seolah bom waktu di saku yang bisa meledak kapan saja dan akan menghancur si lelaki kapan saja berkeping-keping.

4. Putri Raja

Sang Putri adalah wanita yang merasa dirinya seperti seorang putri raja yang terbiasa mendapatkan semua dan segalanya. Apa yang diinginkannyya dalam hidupnya inginya terpenuhi. Orang tua yang kaya, cantik, pemuja-pemuja yang selalu memujinya dan menyanjungnya. Jika ia mematahkan kukunya ia akan berteriak keras untuk diantarkan ke salon mempperbaiki kukunya. Memasak dan mengurus rumah tangga adalah seolah hal mustahil untuk dilakukannya.Dia hanya ingin duduk di depan taman dan ingin pasangannya melayaninya sampai mati.

Boleh saja ia seorang putri raja, namun ia seperti Cinderella yang tak ragu dan iklhas untuk menyesuaikan dirinya dengan dunia pasangannya.. Jika tidak, tidak salah jika lelaki memasang plank besar dengan tulisan besar pula, ”Putri Raja Dilarang Masuk” di depan pintu rumahnya. He he he he.... Kembalikan saja dia kepada bapaknya yang kaya, ke istananya yang megah dengan semua pelayan yang memujanya.

Wanita yang terbiasa dilayani seperti putri raja, walau tidak kaya, tapi semua bentuk pelayanan akan membuatnya menjadi manja. Pasangannya pun akan kelelahan memanjakannya.

5. Hakim

Wanita yang selalu mempunyai pikiran negatif mengenai segala hal adalah sangat mematikan. Mereka selalu mengeluh tentang segala hal. Jika mereka menikah, hobi yang paling disukainya adalah membuat suaminya merasa bersalah (maklum seorang hakim. He he he he..)

Ia menyimpan kemarahan emosional negatif dalam dirinya. Laksana magma gunung berapi yang selalu meletus tanpa tanda-tanda. Masih mending gunung berapa punya tanda-tanda mau meletus seperti penduduk hutan pada keluar hutan, ada gempa dll.

Nah sekarang Anda atau pasangan Anda masuk kategori mana. Hanya Anda yang tahu.

Wallahu’aklamu bishshawab.

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Intermezo

Renungan:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kesabaran kita selalu diuji dengan berbagai masalah yang menimpa diri kita. Hendaklah kita yakin bahwa ujian kesabaran itu pada hakekatnya berasal dari Allah, karena Allah tidak akan memberikan ujian atau beban kepada kita kecuali sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya. Salah satu ujian kesabaran bagi kita adalah ketika kita menjalin hubungan sosial dengan orang lain.

Sering kali ujian dari orang lain itu, membuat kita merasa hampir putus asa. Namun tentu ujian itu pada hakekatnya mengandung hikmah dan tujuan. Apa sih tujuan dan hikmah ujian dari mereka itu? Jawabannya bisa bermacam-macam.

Berikut ini catatan yang mungkin bisa menjadi renungan bagi kita, khususnya diriku sendiri, yang dirangkum dari berbagai sumber.
-------------

Imam Ja’far ash-Shidiq ra berkata, ’’Jika kamu ingin mengetahui apa sebenarnya yang ada pada diri saudaramu, marahilah dia. Jika dia tetap mencintaimu, maka dia benar-benar saudaramu; jika tidak, maka bukan.’’

Menguji orang lain (wah..kayak ujian semester aja!) teman dan sahabat adalah cara untuk memperoleh keyakinan tentang kesetiaannya apakah ia benar-benar teman atau sahabat bagi kita. Bentuk ujian orang lain kepada kita banyak macamnya.

Bentuk ujian itu pun mempunyai tujuan bermacam-macam. Seperti misalnya, mereka menguji untuk mengetahui tingkat kesabaran dan emosi kita, menguji ketakwaan, kelurusan dan keamanahan kita. Mereka juga menguji karena ingin tahu sampai sejauh mana kita bisa menepati janji, menjaga hak orang lain ketika ia tidak ada, sejauh mana pula kita bisa menjaga rahasia, dan sejauh mana perhatian kita kepada ibadah. Disamping itu, mereka juga memberikan ujian dengan segala bentuk dan cara karena mereka ingin mengetahui karakter, tingkat optimisme dan kelapangan dada kita. Ada pula karena mereka ingin tahu bagaimana sikap kita saat dalam perjalanan. Yang paling sering menjadi perhatian mereka dan sering diujikan kepada kita adalah bagaimana sopan-santun kita dalam pergaulan.

Dari berbagai bentuk dan tujuan orang lain, teman atau siapa saja dalam menguji kita, yang paling sering adalah ujian kesabaran ketika marah dan ujian bagaimana sikap kita saat dalam perjalanan. Karena, dalam keadaan marah dan dalam perjalanan, akan nampak jati diri kita yang sebenarnya. Dalam keadaan ini akan tampak jelas kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kita. Wallaahua’lam bishshawab!

Namun sebaliknya perlu diingat, jika kita sendiri ingin menguji orang lain, teman atau sahabat, hendaknya bukan sebagai alat untuk menyakiti mereka.

Ali bin Abi Thalib ra berkata, ’’Manusia ketika dalam keadaan sejahtera seperti pohon, dan orang-orang berada di sekelilingnya selama dia memberikan buah. Jika dia sudah tidak lagi memberikan apa-apa, mereka berpaling darinya dengan membangkang, padahal mereka dahulu memperoleh kebaikan darinya. Mereka bahkan berusaha menebangnya setelah sebelumnya mereka melindunginya dari terpaan angin dan debu. Semua orang penduduk bumi ini demikian halnya, kecuali segelintir orang saja. Janganlah kamu memuji seseorang sebelum kamu mengujinya, karena mungkin saja dia tidak lulus ujian.’’

Perlu kita ingat dan sadari pula bahwa orang lain terutama teman dan sahabat adalah para pendukung kita. Kita memiliki kehormatan karena mereka. Jika kita mempunyai teman atau sahabat maka peliharalah dengan sebaik-sebaiknya, jangan sampai terlepas dari kita. Jika kita kehilangan mereka, maka kita akan lebih lemah dari orang yang tidak memiliki siapapun. Kata orang alim bahwa orang yang paling lemah adalah orang yang tidak bisa mencari teman, dan orang yang lebih lemah lagi darinya adalah orang yang ditinggalkan orang lain, teman atau sahabatnya. Semoga saja kita mampu menjaga teman dan sahabat kita agar tidak terlepas dari kita. Aamiin!

Ada sebuah syair yang mengatakan, ’’Mempunyai seribu orang sahabat tidaklah banyak, namun mempunyai satu musuh amatlah banyak’’.

Dalam persahabatan harus ada kepercayaan, karena tiada persahabatan tanpa kepercayaan. Adalah sebuah kebohongan bila seseorang mengakui orang lain sebagai teman atau sahabatnya namun ia tidak mempercayainya. Tidak ubahnya ia adalah orang asing yang diakui sebagai teman atau sahabatnya. Karena kepercayaan adalah jaminan bagi kelangsungan pertemanan atau persahabatan itu sendiri, yang tentu dengan selalu berpikiran dan berperasaan husnuzzon.Seyogyanya dalam memberikan kepercayaan, didalamnya juga hendaknya ada kehati-hatian. Karena seperti dikatakan oleh Ja’far ra, ’’Jangan mempercayai sahabatmu secara mutlak, karena sikap melepaskan kendali tidak berampun’’.

Ada sebuah syair yang mengatakan, ’’Waspadai musuhmu satu kali, namun waspadai sahabatmu seribu kali. Karena bisa jadi sahabat berubah jadi musuh manakala tertipu’’.

Oleh karena itu untuk bisa menjaga kelanggengan dan utuhnya persahabatan, kita perlu mengetahui hak-hak orang lain, teman atau sahabat kita. Pertanyaannya, apa saja sih hak-hak mereka? Ada beberapa hak mereka yang perlu menjadi perhatian kita, antara lain: kita menyukai bagi mereka apa yang kita sukai bagi diri kita, menghindari kemarahan mereka (kecuali mereka ingin menguji kita), mencari keridhoan mereka, dan menuruti mereka dalam berbuat kebaikan. Selanjutnya, kita berusaha membantu mereka dengan diri kita, harta, lisan, tangan dan kaki kita dengan tulus. Hendaknya pula kita bisa menjadi mata mereka, petunjuk mereka, cermin dan pakaian mereka. Alangkah indahnya kebersamaan dan persahabatan bila saat kita kenyang mereka tidak kita biarkan lapar, tidak kita biarkan ia kehausan sementara kita puas minum, begitu pula tidak kita biarkan mereka telanjang sementara kita berpakaian. Selain itu, jika mereka mengundang kita, maka undangan itu kita penuhi, menjenguk mereka kala sakit, mengantarkan jenazahnya bila ada yang meninggal. Kita upayakan memenuhi kebutuhan mereka jika ada kebutuhan mereka yang kita tahu, tanpa kita tunggu mereka memintanya.

Sudahkah kita selama ini memenuhi hak-hak orang lain, teman, sahabat dan saudara-saudara kita tersebut? Jawabannya ada pada diri masing-masing.

Sungguh kalau kita berbicara tentang bagaimana hubungan sosial kita, yang disebut sebagai hablum minannas, sangat kompleks dan luas dan tak akan ada habisnya. Karena semakin hari dunia dan isinya terus berkembang dan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Lebih-lebih saat ini sarana untuk menjalin hubungan sosial semakin canggih mulai dari telepon selular dan berbagai jenis jejaring sosial lewat internet. Sehingga bentuk, sikap dan perilaku berhubungan sosial pun mengalami pergeseran. Namun perlu kita ingat selalu dalam menjalin hubungan harus selalu sesuai risalah yang dibawa Rasulullah saw. Yang menjadi panutan dan pemimpin seluruh alam.

Akhirnya, tiada tempat berlindung dari semua ujian kesabaran dalam berinteraksi dan hubungan sosial kecuali Allah SWT.

’’Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.’’ (al-Qiyamah: 11-13)

Semoga ada manfaatnya minimal bagi diriku sendiri. Wallahua’lam.

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Catatan Hari Ini


“NIKMATI KENYAMANAN BERTRANSAKSI BERSAMA

PULSA MURAH ISI SENDIRI bekerjasama dengan ZIDANE RELOAD
PULSA MURAH ISI SENDIRI. Distributor pulsa murah di Indonesia, Menawarkan PELUANG USAHA, Membuka pendaftaran Master dealer, Silahkan kembangkan di KOTA ANDA, dan fokuskan bisnis pulsanya.
PULSA MURAH ISI SENDIRI menyediakan pulsa elektrik murah untuk simPATI, Kartu As, Mentari, IM3, XL, Three, Smart, Flexi, Fren, Hepi, Esia, Starone, dan AXIS dengan berbagai nominal pulsa. Dimana dan kapan saja seluruh agen Pulsa dapat melakukan transaksi isi ulang pulsa elektrik dengan mudah, nyaman dan variatif.Guna memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi isi ulang pulsa elektrik, maka sekarang dibuka transaksi via Yahoo! Messenger, cara canggih baru dalam melakukan transaksi via Instant Messenger.Anda bisa melakukan penjualan isi ulang pulsa prabayar Anda dengan keuntungan tinggi, dikarenakan produk kami sangat murah (kompetitif) dan dapat melakukan pengisian pulsa elektrik ke pelanggan dengan sangat cepat.Mengapa bergabung dengan KAMI:

Pendaftaran Agen GRATIS. Tidak ada biaya administrasi ataupun bea registrasi untuk mendaftar menjadi agen/reseller kami, semuanya Gratis! Tanpa Biaya.
Bebas fee deposit. KAMI tidak memungut bea deposit sepeserpun. Agen/reseller bisa dengan nyaman berjualan pulsa tanpa kehilangan keuntungan.
Harga sangat kompetitif, menyesuaikan dengan fluktuasi harga pasar. Dengan harga pulsa elektrik yang murah dan wajar, silahkan menikmati margin/keuntungan yang tinggi bersama kami. Di saat harga modal kami turun sekalipun, kami menyesuaikannya untuk para agen/reseller
Tidak ada ketetapan jumlah target transaksi Anda. Agen/reseller sama sekali tidak memiliki target penjualan, tidak berkewajiban menjual kartu perdana ataupun voucher fisik.
Tidak ada batasan jumlah transaksi, silahkan isi ulang sebanyak mungkin. Dapat bertransaksi sebanyak dan semaksimal mungkin selama deposit masih mencukupi.
Deposit mulai pukul 08.00 WIB s/d 21.00 WIB (7 hari dalam seminggu). Keleluasan waktu deposit memberikan kenyamanan plus bagi para agen/reseller.
Transaksi isi ulang 18 jam non-stop. Anda dapat melakukan transaksi dari jam 06:00-24:00 sehari, 7 hari dalam seminggu, termasuk hari libur sekalipun.
Transaksi ke nomer hp dan nominal sama bisa diulang Max. 5 kali
Support Web Reporting. Anda dapat mengecek secara realtime transaksi, mutasi, saldo anda maupun dealer dan agen anda.
Produk pulsa elektrik yang lengkap dan variatif. Hanya dengan satu buah ponsel, Anda dapat mengisi pulsa elektrik seluruh operator selular, baik GSM maupun CDMA. Nikmati kemudahan tanpa batas.
Sistem refund yang Auto-reverse. Terkadang gangguan operator menimbulkan masalah teknis; kegagalan pengisian pulsa. Tak perlu cemas, saldo deposit Anda akan di-refund (dikembalikan) secara otomatis oleh sistem server.
Biaya replay semuanya gratis
Transaksi belum berhasil tidak memotong saldo.
Dalam sehari Transfer saldo ke downline, nominal sama tidak akan diproses/digagalkan.
Bagi MasterDealer yang sudah terdaftar, yang ingin mengembangkan jaringan, tentunya berpotensi dapat Komisi transaksi Rp.25-Rp.500/transaksi dari transaksi downline (UP/NAIK, Dari harga yang anda peroleh, saat pertama pendaftaran), Komisi Berupa saldo deposit, yang dikirim pada jam 12 malam, tiap tanggal 10, 20, dan akhir bulan, OTOMATIS MASUK KE SALDO ANDA
PENDAFTARAN VIA SMS (GRATIS)

PENDAFTARAN GRATIS TANPA BIAYA, TANPA IURAN BULANAN LANGSUNG AKTIF TANPA DEPOSIT, MINIMAL DEPOSIT RP. 10.000,-
SMS KETIK : JOIN.NAMA.KOTA.NOHP
CONTOH
JOIN.BUDI-CELL.DENPASAR.08123456789
kirim ke No HP. 08175722381 atau 089686645523
E-mail : amr1311@yahoo.com

KAMI PUNYA KECEPATAN DAN HARGA SPECIAL

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Kerja Sampingan

Refleksi Diri:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sungguh dikala kita sedang dalam keadaan gundah, gelisah, was-was dan perasaan tidak menentu, kita sangat membutuhkan orang lain tempat mencurahkan segala apa yang dirasa. Namun kenapa, keadaan sering tidak sesuai harapan? Sementara sebagai manusia, kita tentu saling membutuhkan. Sangat ironis, hal ini kita tahu, namun sering kita lupakan atau pura-pura lupa. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya ada pada diri masing-masing.

Tulisan ini aku tujukan untuk diriku sendiri sebagai refleksi diri atas sikap dan perilaku dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain.
--------------------------

Harga dari sebuah hubungan yang baik nan harmonis adalah ketika di dalamnya ada bentuk saling memberi dan menerima yang akan melahirkan saling pengertian, saling belajar dan saling merendahkan diri. Bagaimana dengan aku? Ternyata, sebagian besar sikapku lebih mengutamakan kepentingan diriku dan sering bersikap masa bodoh dengan keinginan orang lain, sehingga sering aku jadikan mereka hanya sebagai alat bagiku dalam memperoleh keinginan-keinginanku. Aku tahu, kehidupan yang penuh dengan hubungan yang baik, indah dan harmonis dibangun atas dasar partisipasi dan kehangatan hubungan dengan orang lain. Astaghfirullah! Namun kenapa sering kuabaikan. Lebih-lebih lagi kutemui dalam kitab suci agamaku, Al-Qur’an, Allah berfirman:

’’Dan apabila kamu dimuliakan dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan lebih baik atau yang serupa dengannya. Sesungguhnya Allah Maha Menghitung atas segala sesuatu.’’ (an-Nisa’:86).

Ya, Allah. Ampuni hamba-Mu ini. Semoga hamba tidak termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Mu. Aamiin.

Selama ini kebanyakan aku berinteraksi dengan sesama atas dorongan benda. Aku tahu juga, mungkin saja orang bisa membeli punggung dan tangan orang lain dengan harta atau benda, namun orang tidak akan bisa membeli hati, akal, semangat dan persahabatan dengan orang lain dengan semua itu. Sungguh yang bisa dibeli hanya luarnya, bukan isinya. Lalu bagaimana aku seharusnya? Hmmm... Aku akan selalu berusaha mendoakan mereka dengan niat yang baik serta berkata dengan suara yang lembut dan sopan. Juga aku akan berusaha membantu mereka menutupi hal yang mungkin menjadi kelemahannya.

Lebih jauh lagi aku koreksi diriku. Betapa seringnya aku mementingkan keinginananku tanpa peduli dengan urusan orang lain. Ya Allah, sungguh egois aku ini. Padahal manusia memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Kenapa aku ingin mereka seperti keinginanku? Sementara hubungan sosial betapa indahnya dengan aneka ragam bentuk dan pola manusia.

Selama ini aku sering memperlakukan orang lain tidak adil. Aku lupa bagaimana seandainya aku diperlakukan seperti itu? Betapa tidak berperasaannya aku. Padahal Rasulullah pernah bersabda:

’’Siapa saja yang berlindung kepada Allah, maka lindungilah dia. Dan siapa yang meminta kepada Allah, maka berilah dia, dan barang siapa yang dipanggil maka jawablah, dan siapa pun yang berbuat baik terhadapmu, maka balaslah kebaikan itu.’’

Aku juga lupa. Sungguh jika ada semangat saling memberi dan menerima, akan lahir rasa kasih sayang, cinta, dalam bentuk pengorbanan dan keinginan untuk memberi dari kedua belah pihak. Betapa ngerinya aku jika orang yang aku perlakukan tidak adil itu merasa dizalimi lalu mendoakan keburukan bagiku. Karena doa orang yang terzalimi, dia kafir sekalipun, wajib dikabulkan Allah.

Ya Allah, berikanlah hamba kekuatan dengan hidayah-Mu. Sehingga mulai saat ini, aku bisa dan akan terus berusaha semampuku untuk berlaku adil dan tidak mementingkan diriku sendiri dan tidak mengabaikan orang lain, lebih-lebih orang terdekatku.

Aku sadari bahwa tidaklah benar dan ma’ruf jika penentangan dilawan dengan penentangan, kekasaran dilawan dengan kekasaran, bersikap masa bodoh akan urusan orang lain dan mengabaikan hak orang lain. Siapa menanam akan menuai. Baik yang ditanam, baik pula yang dituai kecuali ada hama yang menggerogoti. Rasulullah juga bersabda:

’’Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan pernah disayangi’’.

Semoga aku bisa memperbaiki diriku. Aamiin!

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Catatan Hari Ini

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama Abatasa Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.

Dikirim pada 22 Mei 2011 di Catatan Hari Ini
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA